BPS: produksi jagung Papua turun 16,78 persen
Selasa, 1 Maret 2016 20:25 WIB
Personil Kodim panen jagung bersama masyarakat (Foto: Istimewa)
Jayapura (Antara Papua) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua menyatakan produksi jagung di 2015 berdasarkan angka sementara turun sebesar 1.222 ton atau 16,78 persen dibanding tahun sebelumnya.
Kepala BPS Provinsi Papua JB Priyono, di Jayapura, Selasa, mengatakan kurangnya dukungan pemerintah daerah dalam pengembangan komoditas jagung turut mempengaruhi penurunan produksi tersebut.
Produksi jagung di Provinsi Papua diperkirakan mencapai 6.060 ton pipilan kering (PK) dan turun dibandingkan 2014 yaitu sebesar 7.282 ton PK.
"Penurunan luas panen jagung selain dikarenakan tidak adanya bantuan pemerintah, harga jagung di tingkat petani yang kurang menguntungkan sehingga banyak petani enggan menanam jagung," katanya.
Menurut Priyono, tidak hanya itu keterbatasan pasar jagung pipilan menyebabkan petani cenderung menjual panen muda, di mana kondisi ini terjadi karena harga dan pasar jagung muda lebih baik dari jagung pipilan.
"Hal tersebut menyebabkan menurunnya luas panen jagung sebesar 581 hektare atau sebesar 18,89 persen, di mana persentase penurunan produksi jagung di Papua 2015 berbanding berbalik dengan produksi nasional yang mengalami peningkatan sebesar 3,17 persen," ujarnya.
Dia menuturkan kontribusi produksi jagung Papua 2015 sebesar 0,03 persen terhadap produksi jagung nasional, sedangkan kontribusi produksi jagung wilayah luar Jawa sebesar 45,88 persen dan kontribusi produksi jagung wilayah Jawa sebesar 54,12 persen.
"Provinsi Papua menempati urutan ke-29 setelah Kalimantan Tengah, dibandingkan 2014 kontribusi produksi Papua di 2015 menurun dari 0,04 menjadi 0,03 persen," katanya lagi.
Dia menambahkan pada 2015, provinsi penghasil jagung terbesar adalah Jawa Timur, Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan. (*)
Kepala BPS Provinsi Papua JB Priyono, di Jayapura, Selasa, mengatakan kurangnya dukungan pemerintah daerah dalam pengembangan komoditas jagung turut mempengaruhi penurunan produksi tersebut.
Produksi jagung di Provinsi Papua diperkirakan mencapai 6.060 ton pipilan kering (PK) dan turun dibandingkan 2014 yaitu sebesar 7.282 ton PK.
"Penurunan luas panen jagung selain dikarenakan tidak adanya bantuan pemerintah, harga jagung di tingkat petani yang kurang menguntungkan sehingga banyak petani enggan menanam jagung," katanya.
Menurut Priyono, tidak hanya itu keterbatasan pasar jagung pipilan menyebabkan petani cenderung menjual panen muda, di mana kondisi ini terjadi karena harga dan pasar jagung muda lebih baik dari jagung pipilan.
"Hal tersebut menyebabkan menurunnya luas panen jagung sebesar 581 hektare atau sebesar 18,89 persen, di mana persentase penurunan produksi jagung di Papua 2015 berbanding berbalik dengan produksi nasional yang mengalami peningkatan sebesar 3,17 persen," ujarnya.
Dia menuturkan kontribusi produksi jagung Papua 2015 sebesar 0,03 persen terhadap produksi jagung nasional, sedangkan kontribusi produksi jagung wilayah luar Jawa sebesar 45,88 persen dan kontribusi produksi jagung wilayah Jawa sebesar 54,12 persen.
"Provinsi Papua menempati urutan ke-29 setelah Kalimantan Tengah, dibandingkan 2014 kontribusi produksi Papua di 2015 menurun dari 0,04 menjadi 0,03 persen," katanya lagi.
Dia menambahkan pada 2015, provinsi penghasil jagung terbesar adalah Jawa Timur, Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan. (*)
Pewarta : Pewarta: Hendrina Dian Kandipi
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bulog Papua berharap perubahan cuaca tidak hambat produksi padi petani Merauke
31 March 2026 20:50 WIB
Polres Merauke sasar lokasi produksi miras lokal menjelang Tahun Baru 2026
29 December 2025 17:31 WIB
Pemkab Jayapura salurkan bantuan alat produksi keripik untuk 14 pelaku usaha
11 December 2025 16:33 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
BPJS Kesehatan Jayapura catat klaim JKN sebesar Rp235 M hingga Februari 2026
18 April 2026 19:44 WIB