Jayapura (Antara Papua) - Kota Jayapura, ibukota Provinsi Papua, segera miliki tiga perusahaan pengelolaan ayam, yang dikelola oleh manajemen swasta yang berbeda.
"Setelah PT Harvest Pulus Papua beroperasi, akan ada dua lagi perusahaan pengelolaan ayam yang beroperasi di wilayah Kota Jayapura," kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Papua Petrus D Paseren di Jayapura, Minggu.
Ia megatakan, PT Harvest Pulus Papua yang mengelola ayam petelur lebih dulu beroperasi yakni mulai Sabtu (27/9), di Kampung Holtekam, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura.
Selanjutnya, segera beroperasi perusahaan Carong Pox yang akan mengelola usaha pembibitan ayam, di Koya Tengah, Distrik Abepura, Kota Jayapura.
Dalam waktu dekat, akan ada lagi satu perusahaan ayam yang direncanakan berlokasi di Kampung Skouw, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, yang menggeluti usaha ayam pedaging.
"Ini sungguh luar biasa, mereka sudah mulai tertarik untuk masuk ke Papua. Diharapkan dengan beroperasinya tiga perusahaan itu dapat memenuhi kebutuhan ayam baik telur maupun dagingnya," ujarnya.
Menurut Petrus, kehadiran PT Harvest Pulus Papua yang baru saja beroperasi untuk memproduksi ayam petelur di Kampung Holtekam, Distrik Muara Tami itu, akan memenuhi kebutuhan telur bagi warga yang berdomisili di Kota Jayapura.
Harvest memulai usahanya dengan 23 ribu ekor ayam petelur yang ditargetkan memproduksi sedikitnya 20 ribu butir setiap hari.
"Saya kira untuk Kota Jayapura, kebutuhan telur terpenuhi, kalau hanya warga Jayapura saja yang mengkonsumsi telur sebanyak itu," ujarnya.
Ia menilai kehadiran perusahaan ayam itu merupakan suatu langkah maju di Tanah Papua.
Dia pun berharap, semua pihak mendukung perusahaan ayam petelur itu agar bisa maju dan berkembang.
"Target produksi perusahaan sudah disampaikan Direktur PT Harvest Pulus Papua Budi Santoso bahwa akan diproduksi 20 ribu butir telur per hari dan akan berlanjut sampai Natal dan Tahun Baru," ujarnya.
Peresmian dimulainya pengoperasian perusahaan ayam petelur itu dilakukan oleh Wali Kota Jayapura Benhur Tommy Mano, di Kampung Holtekamp, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Provinsi Papua, Sabtu (27/9).
Setelah peresmian, kepada wartawan Wali Kota Benhur mengatakan, kehadiran perusahaan pabrik tekur di Jayapura ini merupakan suatu langkah maju di Papua dan bisa dikonsumsi oleh masyarakat Jayapura secara khusus dan Papua secara umum.
"Selama ini, kebutuhan akan telur di Jayapura didatangkan dari luar Jayapura, kebanyakan dari Surabaya," ujarnya. (*)

