Jayapura (Antara Papua) - Jabatan Kepala Staf Kodam XVII/Cenderawasih diserahterimakan dari pejabat lama Brigjen TNI Deliaman TH Damanik kepada pejabat baru Brigjen TNI Tatang Sulaiman, di Aula Tonny A Rompis markas Kodam Cenderawasih, di Kota Jayapura, Papua.
Rilis yang diterima Antara Papua, Minggu malam, serah terima jabatan (sertijab) Kasdam itu dipimpin Panglima Kodam (Pangdam) XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Fransen G Siahaan, pada Sabtu (13/12).
Pada momentum itu, sejumlah pejabat utama Kodam Cenderawasih juga serah terima jabatan, yakni Staf Ahli Pangdam Bidang Ekonomi dari Kolonel Inf Agus Hermawan kepada Kolonel Inf Frengky E Riupassa, dan Staf Ahli Pangdam Bidang Ideologi Politik dari pangdam kepada Kolonel Inf Ali Hamdam Bogra, serta Staf ahli Pangdam Bidang Ilpengtek dan Lingkungan Hidup dari pangdam kepada Kolonel Inf Ketut Budiastawa.
Selanjutnya, Asrendam XVII/Cenderawasih dari Kolonel Arh Muhamad Rusli kepada Letnan Kolonel Inf Suwarno, Asops Kasdam dari Kolonel Inf Frengky E Riupassa kepada Kolonel Inf Bangun Nawoko, dan Aspers Kasdam Kolonel Inf Zunan Muchdlori kepada Letnan Kolonel Inf Tatang Subarna.
Danpomdam XVII/Cenderawasih dari Kolonel Cpm Arief Wibowo Djadi kepada Kolonel Cpm Supriyantoro, jabatan Kababinminvetcaddam Cenderawasih dari yang dirangkap Pangdam kepada Letnan Kolonel Inf R Tavip Budiarto.
Sedangkan tugas dan tanggung jawab jabatan Kabintaldam Cenderawasih diserahkan dari Kolonel Inf Grandy Mangiwa kepada Pangdam XVII/Cenderawasih.
Jabatan Kajasdam XVII/Cenderawasih diserahterimakan dari Kolonel Inf Ketut Budiastawa kepada Letnan Kolonel Inf Malwi Sulardi, jabatan Dandenmadam Cenderawasih dari pangdam kepada Letnan Kolonel Kav Sujono dan jabatan Kasetumdam Cenderawasih dari Letnan Kolonel Kav Sujono kepada Letnan Kolonel Cku (K) Kurnia Maria Amartin.
Pada momentum itu, Mayjen Fransen mengatakan serah terima jabatan merupakan hal yang lazim dilakukan dilingkungan TNI Angkatan Darat sebagai upaya pembinaan satuan, pembinaan personel yang dinamis dan konstruktif sesuai dengan tuntutan serta perkembangan organisasi, guna mengembangkan kemampuan perwira dalam dimensi kepemimpinan dan manajerial dengan mengedepankan profesionalisme keprajuritan.
"Selain itu, untuk memberikan suasana yang lebih segar bagi organisasi, sehingga diperlukan inovasi dan kreativitas baru yang akan dapat mendorong kemajuan TNI Angkatan Darat dalam rangka menjawab tuntutan dan tantangan tugas yang demikian kompleks," katanya.
Pangdam Fransen juga menyampaikan bahwa tradisi korp itu adalah suatu upaya untuk menanamkan rasa memiliki dan mencintai terhadap keberadaannya di satuan.
"Sebagai generasi penerus Kodam XVII/Cenderawasih saya mengajak kepada pejabat yang baru beserta istri agar memahami sejarah perjuangan Kodam Cenderawasih, menghargai dan menjunjung tinggi budaya Papua serta memahami makna Ksatria Pelindung Rakyat," katanya.
"Selalu berpedoman pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit, Delapan Wajib TNI serta pokok-pokok kebijakan pimpinan Kodam XVII/Cenderawasih juga protap-protap yang ada di satuan," lanjutnya.
Pangdam juga berpesan kepada para pejabat yang baru agar apa pun jabatan yang disandang merupakan sebuah kehormatan, penghargaan dan kepercayaan dari pimpinan TNI AD, Bangsa dan Negara yang harus disyukuri dengan cara melaksanakan tugas dengan ikhlas, optimal dan penuh rasa tanggung jawab.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Danrem 171/PWT, 172/PWY, 173/PVB, para pejabat dan Dansat/Kabalak Kodam XVII/Cenderawasih dan Ketua Persit Kartika Chandra Kirana PD XVII/Cenderawasih beserta pengurus daerah. (*)

