Timika (Antara Papua) - Kementerian Perhubungan menyediakan satu unit kapal perintis jenis roro berkapasitas angkut 200 gross tone untuk melayani angkutan penumpang dan barang di wilayah selatan Papua.
Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Mimika John Rettob di Timika, Kamis, mengatakan kapal yang diberi nama KM Kokonao itu kini sedang dalam pengerjaan di galangan kapal Surabaya.
Pengerjaan KM Kokonao tersebut baru akan rampung pada Desember mendatang dan diperkirakan baru akan tiba di Timika pada Maret 2017.
"Tahun ini Kemenhub ada pengadaan dua unit kapala roro 200 GT, satu kapal akan beroperasi di wilayah Mamberamo dan satu kapal lainnya akan beroperasi di Mimika. Pengoperasian kapal ini akan dilakukan oleh ASDP, kami dari pemerintah daerah diminta dukungan untuk mengatur rute pelayaran kapal tersebut," jelas John.
John mengatakan KM Kokonao tersebut semula direncanakan akan beroperasi untu melayari rute perintis di Mimika yaitu dari Pelabuhan Paumako menuju kampung-kampung di wilayah pesisir.
Namun untuk sementara waktu hal itu belum bisa terealisasi lantaran kampung-kampung di wilayah pesisir Mimika belum dilengkapi dengan fasilitas dermaga yang memadai.
Selain itu, kampung-kampung di pesisir Mimika pada umumnya terletak di bantaran sungai yang cukup dangkal dan sempit. Padahal kapal roro tersebut tidak bisa berlayar melalui jalur sungai yang dangkal dan sempit.
"Sambil menyiapkan pelabuhan di tiap distrik, untuk sementara KM Kokonao nantinya akan melayari rute dari Pelabuhan Paumako Timika menuju Asmat hingga Merauke dan sesewaktu juga akan melayari rute Timika-Kaimana," jelas John.
Saat ini, katanya, terdapat satu kapal perintis yang melayani rute Merauke-Agats Asmat hingga ke Pelabuhan Paumako Timika.
"Kalau KM Kokonao sudah beroperasi maka akan ada dua kapal perintis yang melayari rute yang sama. Namun ke depan kita akan upayakan kapal ini dapat melayani rute perintis di Mimika untuk dapat membantu masyarakat," ujarnya.
John menambahkan Kemenhub sudah membangun Pelabuhan kapal feri di kawasan Pelabuhan Paumako Timika. Namun hingga kini Pelabuhan Feri tersebut belum pernah beroperasi karena belum pernah diresmikan.
John mengatakan Dishubkominfo Mimika siap mengambil alih pengoperasian Pelabuhan Feri di kawasan Pelabuhan Paumako tersebut bekerja sama dengan jajaran ASDP wilayah Merauke.
Dishubkominfo Mimika akan membentuk Unit Pelaksana Teknis Daerah guna mengelola Pelabuhan Feri di kawasan Pelabuhan Paumako tersebut.
"Kalau tidak ada hambatan maka pada bulan Oktober nanti Menteri Perhubungan akan ke Timika untuk meresmikan Pelabuhan Feri di Paumako, peresmian kapal roro perintis yang sudah ada di Merauke dan sekaligus serah terima operasi Pelabuhan Feri ke Pemkab Mimika," jelasnya. (*)

