Jayapura (Antara Papua)- Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua mengirim makanan pendamping ASI dan biskuit untuk ibu hamil ke Kampung Danowage, Korowai Batu, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, menjadi tempat tinggal Suku Korowai.
"Kadinkes Papua melalui Sekretaris Dinkes yakni dr Silvanus Sumule sudah mengirim 61 makanan pendampingi ASI dan 139 dos biskuit untuk gizi ibu hamil," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr Aaron Rumainum di Jayapura, Minggu.
Ia mengatakan pengiriman makanan pendamping ASI dan biskuit untuk ibu hamil ini merupakan komitmen dari Dinkes Papua guna membantu Pemerintah Kabupaten Boven Digoel, Asmat, Mappi, dan Kabupaten Yahukimo terutama untuk suku-suku Korowai yang ada di empat kabupaten tersebut.

"Kita sudah turun ke Korowai Batu dan dua kampung lainnya untuk melalukan pelayanan kesehatan, kita sudah lihat bahwa ada banyak anak-anak yang gizi buruk dan berambut merah," ujarnya.
Gizi buruk itu, akan mempengaruhi generasi Papua yang dilahirkan, salah satu cirinya yakni lingkar lengan atasnya 23,5 sentimeter itu tidak bisa menghasilkan generasi emas Papua yang diharapkan.
"Di Danowage tidak ada pemerintahan seperti desa dan distrik, tapi kami drop ke Danowage dan kami mempercayakan pendistribusiannya ke tuan Trevor Johnson dan Komunitas Pelayanan kemanusiaan di wilayah terpencil Papua untuk membantu mendistribusikan ke masyarakat," ujarnya.
Dia mengatakan, tuan Trevor Johnson sudah melayani di Korowai Batu dan sekitarnya sehingga mereka sudah tahu kampung-kampung yang ada sehingga bisa mendistribusikan makanan pendamping ASI dan biskuit ibu hamil untuk warga suku Korowai.
"Trevor Johnson yang bisa membantu mendistribusikan, karena di Korowai Batu dan daerah sekitarnya tidak ada Kepala Desa dan Kepala Distrik, pemerintahannya tidak ada, petugas kesehatan atau pustu juga tidak ada," ujarnya.
Aaron menuturkan guru-guru dari Sekolah Lentera Harapan (SLH) yang ada di Danowage juga akan membantu mendistribusikan makanan tersebut.
"Ada banyak orang yang bisa bersedia untuk mendistribusikan makanan itu. Apalagi mereka sudah bekerja dengan hati," ujarnya.
Ia berharap setelah pendistribusian biskuit dan makanan pendamping ASI itu, anak-anak dan ibu hamil yang kurang gizi akan semakin baik gizinya. (*)

