• Top News
  • Terkini
  • Rilis Pers
Antaranews.com
Tentang Kami
Logo Header Antaranews papua
Minggu, 25 Januari 2026
ANTARA News Papua
Logo Small Fixed Antaranews papua
  • Home
  • Nusantara
      • antaranews.com
      • Aceh/NAD
      • Bali
      • Bangka/Belitung
      • Banten
      • Bengkulu
      • Gorontalo
      • Jambi
      • Jawa Barat
      • Jawa Tengah
      • Jawa Timur
      • Kalimantan Barat
      • Kalimantan Selatan
      • Kalimantan Tengah
      • Kalimantan Timur
      • Kalimantan Utara
      • Kepulauan Riau
      • Kuala Lumpur
      • Lampung
      • Maluku
      • Megapolitan
      • NTB
      • NTT
      • Papua
      • Papua Tengah
      • Riau
      • Sulawesi Selatan
      • Sulawesi Tengah
      • Sulawesi Tenggara
      • Sulawesi Utara
      • Sumatera Barat
      • Sumatera Selatan
      • Sumatera Utara
      • Yogyakarta
  • Nasional
    • ANTARA perkuat publikasi percepatan rehabilitasi pascabencana Sumatera

      ANTARA perkuat publikasi percepatan rehabilitasi pascabencana Sumatera

      Kamis, 22 Januari 2026 18:39

      Wapres pastikan \"quick wins\" berjalan optimal di Papua Pegunungan

      Wapres pastikan "quick wins" berjalan optimal di Papua Pegunungan

      Rabu, 14 Januari 2026 15:39

      Kemendes PDT dorong pengembangan produk UMKM unggulan Jayawijaya

      Kemendes PDT dorong pengembangan produk UMKM unggulan Jayawijaya

      Senin, 5 Januari 2026 6:24

      Badan Geologi sebut 127 gunung berapi di Indonesia bersatus aktif

      Badan Geologi sebut 127 gunung berapi di Indonesia bersatus aktif

      Sabtu, 20 Desember 2025 8:43

      LKBN ANTARA meraih predikat Badan Publik Informatif dari Komisi Informasi Pusat

      LKBN ANTARA meraih predikat Badan Publik Informatif dari Komisi Informasi Pusat

      Senin, 15 Desember 2025 23:08

  • Daerah
    • Pemprov Papua Tengah serahkan 15 unit laptop bagi pelajar Intan Jaya

      Pemprov Papua Tengah serahkan 15 unit laptop bagi pelajar Intan Jaya

      Pemkab berupaya tingkatan SDM kesehatan generasi muda Jayawijaya

      Pemkab berupaya tingkatan SDM kesehatan generasi muda Jayawijaya

      Disdik Jayawijaya dorong pendidikan muatan lokal Bahasa Baliem di SD

      Disdik Jayawijaya dorong pendidikan muatan lokal Bahasa Baliem di SD

      Disdik Jayawijaya sebut pembelajaran mendalam penting bagi pendidik

      Disdik Jayawijaya sebut pembelajaran mendalam penting bagi pendidik

      Kadinkes sebut RSUD Jayapura jadi rujukan pasien dari Papua Selatan

      Kadinkes sebut RSUD Jayapura jadi rujukan pasien dari Papua Selatan

  • Gaya Hidup
    • Pemkot Jayapura catat 68.785 kasus malaria sepanjang 2025

      Pemkot Jayapura catat 68.785 kasus malaria sepanjang 2025

      TP PKK Jayawijaya dorong percepatan penurunan stunting

      TP PKK Jayawijaya dorong percepatan penurunan stunting

      Pemprov Papua Selatan bagikan 300 ribu kelambu tekan sebaran malaria

      Pemprov Papua Selatan bagikan 300 ribu kelambu tekan sebaran malaria

      Tim SAR evakuasi 13 ABK KM Bintang Laut di sekitar perbatasan RI-PNG

      Tim SAR evakuasi 13 ABK KM Bintang Laut di sekitar perbatasan RI-PNG

      Kodim 1702/Jayawijaya dorong peran pemuda dalam pertahanan negara

      Kodim 1702/Jayawijaya dorong peran pemuda dalam pertahanan negara

  • Olahraga
    • Persipura Jayapura taklukkan Deltras 1-0

      Persipura Jayapura taklukkan Deltras 1-0

      Kapolda Papua apresiasi dua personel Polisi meraih prestasi di SEA Games

      Kapolda Papua apresiasi dua personel Polisi meraih prestasi di SEA Games

      Persipura Jayapura menang lawan Persela Lamongan 2-0

      Persipura Jayapura menang lawan Persela Lamongan 2-0

      PSSI Papua Pegunungan menetapkan tiga klub baru di kongres tahunan

      PSSI Papua Pegunungan menetapkan tiga klub baru di kongres tahunan

      Menko Polkam serahkan sarana olahraga kepada DPD KNPI Papua Pegunungan

      Menko Polkam serahkan sarana olahraga kepada DPD KNPI Papua Pegunungan

  • Hukum
    • Ketua Bunda PAUD Papua Selatan jadi TSK korupsi Rp4,6 M

      Ketua Bunda PAUD Papua Selatan jadi TSK korupsi Rp4,6 M

      Satresnarkoba Polres Merauke tangkap pengedar bawa 427 linting ganja

      Satresnarkoba Polres Merauke tangkap pengedar bawa 427 linting ganja

      Pencarian enam ABK Bintang Laut di perbatasan RI-PNG terkendala cuaca

      Pencarian enam ABK Bintang Laut di perbatasan RI-PNG terkendala cuaca

      Personel Satgas Damai Cartenz gelar patroli dan baksos di Sinak

      Personel Satgas Damai Cartenz gelar patroli dan baksos di Sinak

      Lapas Wamena gagalkan percobaan pelarian tujuh tahanan

      Lapas Wamena gagalkan percobaan pelarian tujuh tahanan

  • Politik
    • Bupati Jayapura sebut pergantian pejabat agar roda pemerintahan optimal

      Bupati Jayapura sebut pergantian pejabat agar roda pemerintahan optimal

      Wagub Papua ingatkan kualitas MBG jadi prioritas

      Wagub Papua ingatkan kualitas MBG jadi prioritas

      Dinas Pangan Papua harap ada data penggunaan bahan pangan pada MBG

      Dinas Pangan Papua harap ada data penggunaan bahan pangan pada MBG

      Pemprov Papua Tengah minta ASN taati jam kerja yang ditetapkan

      Pemprov Papua Tengah minta ASN taati jam kerja yang ditetapkan

      Menteri Pigai ingatkan kesadaran HAM harus dibangun masif dari kampus Papua

      Menteri Pigai ingatkan kesadaran HAM harus dibangun masif dari kampus Papua

  • Otonomi Khusus
    • Pemkab Jayapura bentuk tim percepatan pemekaran wilayah Grime Nawa

      Pemkab Jayapura bentuk tim percepatan pemekaran wilayah Grime Nawa

      Gubernur Papua usulkan bangun PLBN dan PLBLN ke Komisi II RI

      Gubernur Papua usulkan bangun PLBN dan PLBLN ke Komisi II RI

      Pemkab Jayapura dorong penerbangan internasional di Bandara Sentani

      Pemkab Jayapura dorong penerbangan internasional di Bandara Sentani

      KEP minta Bappenas percepat pembangunan infrastruktur kelistrikan di Tanah Papua

      KEP minta Bappenas percepat pembangunan infrastruktur kelistrikan di Tanah Papua

      Jamkrida Papua catat pendapatan 2025 capai Rp4 miliar

      Jamkrida Papua catat pendapatan 2025 capai Rp4 miliar

  • Ekonomi
    • DJP beri edukasi Coretax pada guru SMA di Papua

      DJP beri edukasi Coretax pada guru SMA di Papua

      Investor pasar modal di Papua tumbuh 25 persen pada 2026

      Investor pasar modal di Papua tumbuh 25 persen pada 2026

      Pertamina Patra Niaga pastikan enam SPBU di Wamena beroperasi taat aturan

      Pertamina Patra Niaga pastikan enam SPBU di Wamena beroperasi taat aturan

      BI catat transaksi QRIS di Papua capai 39,47 juta sepanjang 2025

      BI catat transaksi QRIS di Papua capai 39,47 juta sepanjang 2025

      Telkomsel pastikan jaringan layanan IndiHome di Tanah Papua pulih

      Telkomsel pastikan jaringan layanan IndiHome di Tanah Papua pulih

  • Internasional
    • PLBN Skouw siap dukung operasional angkutan lintas batas RI-PNG

      PLBN Skouw siap dukung operasional angkutan lintas batas RI-PNG

      Konsulat RI: Produk asal Indonesia mulai marak dijual di Papua Nugini

      Konsulat RI: Produk asal Indonesia mulai marak dijual di Papua Nugini

      Lantamal X  Jayapura serahkan enam WNA PNG ke Imigrasi

      Lantamal X Jayapura serahkan enam WNA PNG ke Imigrasi

      Kedubes RI mendampingi proses hukum 35 nelayan di Port Moresby-PNG

      Kedubes RI mendampingi proses hukum 35 nelayan di Port Moresby-PNG

      Konsul RI Vanimo: Empat WNI dilaporkan ditahan di Penjara Daru PNG

      Konsul RI Vanimo: Empat WNI dilaporkan ditahan di Penjara Daru PNG

  • Artikel
    • \"Sempe\" budaya Papua yang terancam dalam lingkaran wadah plastik

      "Sempe" budaya Papua yang terancam dalam lingkaran wadah plastik

      Natal menjadi simbol persatuan di Papua Pegunungan

      Natal menjadi simbol persatuan di Papua Pegunungan

      Bantuan Natal dan tahun baru hingga ke pelosok kampung terjauh di Kabupaten Jayapura

      Bantuan Natal dan tahun baru hingga ke pelosok kampung terjauh di Kabupaten Jayapura

      Perusda Jayapura tangkap peluang ekonomi dari program Makan Bergizi Gratis

      Perusda Jayapura tangkap peluang ekonomi dari program Makan Bergizi Gratis

      Melayani anak-anak tak berdaya di Lembah Baliem Papua Pegunungan

      Melayani anak-anak tak berdaya di Lembah Baliem Papua Pegunungan

  • Foto
    • LKBN ANTARA latih foto untuk UMKM Bangka Belitung

      LKBN ANTARA latih foto untuk UMKM Bangka Belitung

      Agrowisata Stroberi Napua

      Agrowisata Stroberi Napua

      Bandar Udara Wamena

      Bandar Udara Wamena

      Digitalisasi di lingkungan sekolah

      Digitalisasi di lingkungan sekolah

      Antara Biro Papua bersilahturahmi dengan Pendam XVII/Cenderawasih

      Antara Biro Papua bersilahturahmi dengan Pendam XVII/Cenderawasih

  • Video
    • Realisasi penyaluran SPHP Bulog Papua dan Papua Barat capai 20.567 ton

      Realisasi penyaluran SPHP Bulog Papua dan Papua Barat capai 20.567 ton

      QRIS kian diminati di Papua, tahun 2025 mencapai 39,4 juta transaksi

      QRIS kian diminati di Papua, tahun 2025 mencapai 39,4 juta transaksi

      Jayapura hadapi 68 ribu kasus Malaria, Dinkes intensifkan penanganan

      Jayapura hadapi 68 ribu kasus Malaria, Dinkes intensifkan penanganan

      Dinkes Kota Jayapura catat 147 ribu warga manfaatkan CKG pada 2025

      Dinkes Kota Jayapura catat 147 ribu warga manfaatkan CKG pada 2025

      Kementerian HAM-Uncen perkuat kolaborasi pendidikan dan riset HAM

      Kementerian HAM-Uncen perkuat kolaborasi pendidikan dan riset HAM

Logo Header Antaranews papua

Akademisi : elit politik Papua belum optimal mengimplementasikan otsus

id Akademisi : elit politik Papua belum optimal implementasikan otsus Selasa, 20 November 2018 19:24 WIB

Image Print
Akademisi : elit politik Papua belum optimal mengimplementasikan otsus

Akademisi Uncen Marinus Yaung (Dokumen pribadi dari Facebook Marinus Yaung)

Jadi, saya harapkan dan meminta dalam menyambut 21 November 2018, pejabat dan elit politik Papua harus minta maaf kepada rakyat Papua. Selama 17 tahun ini apa saja yang sudah dibuat untuk rakyat Papua, mengapa masih ada yang dikabarkan meninggal kare

Jayapura (Antaranews Papua) - Akademisi dari Universitas Cenderawasih (Uncen) Marinus Yaung menilai bahwa pejabat dan elit politik di Papua belum optimal dalam mengimplementasikan Otonomi Khusus (Otsus) karena rakyat masih dibawah garis kemiskinan.

Pernyataan ini disampaikan oleh Marinus Yaung ketika dihubungi Antara dari Kota Jayapura, Selasa guna menyambut dan memperingati undang-undang Otsus yang genap berusia 17 tahun. UU Otsus lahir pada 21 November 2001 yang disahkan oleh Presiden Megawati.

"Jadi, saya harapkan dan meminta dalam menyambut 21 November 2018, pejabat dan elit politik Papua harus minta maaf kepada rakyat Papua. Selama 17 tahun ini apa saja yang sudah dibuat untuk rakyat Papua, mengapa masih ada yang dikabarkan meninggal karena gizi buruk, mati diatas kekayaan alamnya yang berlimpah," kata dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan Uncen itu.

Menurut dia, seharusnya berbagai peristiwa tersebut menjadi perenungan besar bagi semua pihak, mulai dari gubernur, bupati/wali kota hingga pemangku kepentingan bahwa hingga kini masih banyak rakyat Papua yang belum sejahtera.

"Jujur saja kepada rakyat Papua, minta maaf kepada mereka, bahwa kami 17 tahun ini, bahwa kami belum berikan yang terbaik, kami telah melakukan pelanggaran besar diatas tanah ini dengan tidak mengelola kekuasaan dengan baik dan guna mendatangkan kesejahteraan bagi orang Papua, renungkan ini," katanya.

Namun, jika berbicara Otsus lebih jauh, Marinus mengakui bahwa banyak indikator yang bisa dipakai untuk menentukan keberhasilan atau kegagalan, tergantung dari sudut pandang masing-masing orang sesuai dengan kepentingannya dan latar belakangnya.

"Jika dari sudut pandang saya sebagai dosen hubungan internasional, maka saya akan tarik kebelakang dulu mulai dari lahirnya Otsus. Bahwa pemberian Otsus kepada Papua, karena negara mencoba mencegah agar Papua tidak ikuti jejak Timor Leste yang memisahkan diri pada 1999," katanya.

"Ini suatu ketakutan yang muncul dari pemerintah saat itu, maka pemerintah mencari solusi terbaik dengan menawarkan Otsus bagi Papua," sambungnya.

Tapi waktu diberikan pada masa Pemerintahan Megawati, kata dia, Otsus diberikan dengan setengah hati atau artinya pemerintah belum sepenuhnya mempercayai bahwa Otsus adalah solusi bagi orang Papua, ada ketakutan dibalik itu.

"Itu sebabnya dalam implementasi Otsus, perdasi dan perdasus itu, sangat lambat sekali karena memang ada ketakutan berlebihan terhadap Otsus oleh pemerintah pusat, pemerintah meyakini atau mencurigai bahwa Otsus ini hanya jalan tol menuju kepada Papua merdeka," katanya.

"Karena Otsus akan memberikan kewenangan yang besar kepada elit politik lokal Papua untuk lebih lagi mengobarkan semangat rakyat selama Otsus itu berlaku, Otsus dirancang memang gagal oleh negara," katanya lagi.

Situasi ini, lanjut dia, rupanya dibaca dan dipahami baik oleh pejabat dan elit politik Papua. Mereka sadar betul bahwa pemerintah pusat takut dengan Otsus. Ketakutan ini dipakai untuk meraup keuntungan pribadi ataupun keuntungan kelompok mereka.

"Setiap kali kita dengar ketika pejabat Papua bicara soal Otsus, Jakarta akan bilang yang penting jangan minta merdeka. Ini mereka tahu bahwa Jakarta takut dengan perkembangan politik di Papua, dan memang dimanfaatkan untuk mencari posisi, kedudukan atau jabatan mereka, dengan meminta pemekaran wilayah, contohnya. Ini mempertahankan posisi mereka, inikan keuntungan," katanya.

Kembali lagi keatas tadi, kata Marinus, mengapa elit politik dan pejabat Papua harus minta maaf, itu karena mereka tidak sepenuh hati untuk memanfaatkan kewenangan besar dari Otsus guna mensejahterakan rakyatnya dengan berbagai program pembangunan.

Misalnya melaksanakan program sister city dengan provinsi dari negara-negara maju, contohnya di Cina atau Jepang yang ekonominya di Asia begitu baik dibandingkan dengan negara lain di dunia.

"Contohnya program sister city dengan salah satu provinsi di Jepang, ini bisa jadi jembatan untuk ekspor barang, misalnya dibidang pertanian bisa ekspor, sagu, kopi, buah merah dan buah matoa, yang merupakan komoditas lokal yang bernilai jual tinggi," katanya.,

Sebaliknya dari provinsi negara maju tersebut, Papua bisa mendatangkan alat-alat pertanian untuk lebih mendukung peningkatan penghasilan di sektor pertanian, yang berujung pada peningkatan ekonomi masyarakat Papua. "Tapi ini tidak dilakukan atau mungkin sudah dilakukan tapi tidak dipertanggungjawabkan ke publik sehingga tidak ada gaungnya, dan saya dengar baru mau dengan sagu untuk diekspor," katanya.

Padahal jika berbicara sagu, Papua memiliki luasan hektare sagu yang terbesar di Indonesia tetapi peluang itu lebih dibaca oleh Provinsi Riau dengan mengekspor ke Cina dan Jepang dengan beragam produk turunan dari tanaman sagu. "Mulai dari mie, agar-agar, tepung dan lainnya, Provinsi Riau jual ke Cina dan Jepang. Kita di Papua malah baru mau mulai, padahal dengan adanya Otsus seharusnya itu sudah berjalan sejak lama," katanya membandingkan.

Marinus yang juga seorang dosen pascasarjana itu berharap dengan sisa waktu tujuh tahun lagi Otsus berlaku, ada baiknya semua potensi yang bisa mendorong kemajuan di Papua bisa digunakan dan dipakai, sehingga target pencapaian masyarakat asli Papua yang maju dan mandiri bisa tercapai.

"Selama ini kita terbuai dan tidak tahu cara mengembangkan kekuasaan yang besar dalam Otsus ini, padahal pejabat dan elit politik orang asli Papua namun tidak punya kemampuan untuk lakukan hal ini. Kita punya jabatan politik tapi tidak punya kemampuan yang besar, jadi memang kekuasaan ditangan orang yang salah," katanya.

"Kekuasaan ditangan orang yang keliru akan mendatangkan malapetaka, kekuasaan ditangan orang yang tidak kompeten akan mendatangkan bencana, karena itu memang kekuasaan harus benar-benar ditangan orang yang berkompeten untuk bisa mengelola kekuasaan dengan baik dengan harapan Papua maju di segala bidang," katanya lagi.

Pewarta : Alfian Rumagit
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
  • facebook
  • Twitter
  • Whatsapp
  • pinterest
Cetak

Berita Terkait

Gempa 5,1 SR guncang Jayapura Papua

Gempa 5,1 SR guncang Jayapura Papua

Selasa, 9 Desember 2014 0:02

  • Terpopuler
Personel Satgas Damai Cartenz gelar patroli dan baksos di Sinak

Personel Satgas Damai Cartenz gelar patroli dan baksos di Sinak

Pencarian enam ABK Bintang Laut di perbatasan RI-PNG terkendala cuaca

Pencarian enam ABK Bintang Laut di perbatasan RI-PNG terkendala cuaca

Ketua Bunda PAUD Papua Selatan jadi TSK korupsi Rp4,6 M

Ketua Bunda PAUD Papua Selatan jadi TSK korupsi Rp4,6 M

DJP beri edukasi Coretax pada guru SMA di Papua

DJP beri edukasi Coretax pada guru SMA di Papua

Satresnarkoba Polres Merauke tangkap pengedar bawa 427 linting ganja

Satresnarkoba Polres Merauke tangkap pengedar bawa 427 linting ganja

  • Top News
Investor pasar modal di Papua tumbuh 25 persen pada 2026

Investor pasar modal di Papua tumbuh 25 persen pada 2026

Pertamina Patra Niaga pastikan enam SPBU di Wamena beroperasi taat aturan

Pertamina Patra Niaga pastikan enam SPBU di Wamena beroperasi taat aturan

Disdik Jayawijaya dorong pendidikan muatan lokal Bahasa Baliem di SD

Disdik Jayawijaya dorong pendidikan muatan lokal Bahasa Baliem di SD

Personel Polres Tolikara patroli malam untuk beri rasa aman

Personel Polres Tolikara patroli malam untuk beri rasa aman

Pemkab Jayapura bentuk tim percepatan pemekaran wilayah Grime Nawa

Pemkab Jayapura bentuk tim percepatan pemekaran wilayah Grime Nawa

Video

Realisasi penyaluran SPHP Bulog Papua dan Papua Barat capai 20.567 ton

Realisasi penyaluran SPHP Bulog Papua dan Papua Barat capai 20.567 ton

Logo Footer Antaranews papua
papua.antaranews.com
Copyright © 2026
  • Home
  • Terkini
  • Top News
  • Terpopuler
  • Nusantara
  • Nasional
  • Daerah
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Hukum
  • Politik
  • Gaya Hidup
  • Otonomi Khusus
  • Ekonomi
  • Internasional
  • Artikel
  • Foto
  • Video
  • Artikel
  • Ketentuan Penggunaan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • BrandA
  • ANTARA Foto
  • Korporat
  • PPID
  • www.antaranews.com
  • Antara Foto
  • IMQ
  • Asianet
  • OANA
  • Home
  • Daerah
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Hukum
  • Politik
  • Otonomi Khusus
  • Ekonomi
  • Internasional
  • Artikel
  • Foto
  • Video