Biak (Antaranews Papua) - Sebanyak 19 kepala keluarga (KK) korban kebakaran di permukiman warga Patina, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota,Kabupaten Biak Numfor, Papua, membutuhkan bantuan pemerintah daerah untuk mengembalikan trauma psikologis.
Ketua Takmir Masjid Al Amin Biak, Abdul Wahab, Rabu, mengatakan belasan KK korban kebakaran dapat diberikan bantuan berupa natura, bahan bangunan rumah hingga uang untuk membangun rumah tinggal yang sudah ludes dilalap si jago merah pada Senin(19/11) malam.
"Kami pengurus takmir masjid Al Amin Patina sudah menyediakan tempat penampungan sementara, ya sebagian besar korban kebakaran ada yang tidak mempunyai harta simpanan lagi karena sudah terbakar," kata Abdul Wahab didampingi Lurah Fandoi, Marthen Kafiar di lokasi posko penampungan.
Ia berharap dukungan bantuan langsung dari pemerintah daerah melalui dinas terkait sangat dinantikan warga korban kebakaran.
Husen, salah satu korban kebakaran mengakui hari kedua pascakebakaran melanda permukiman warga Patina, ia masih menunggu bantuan pemerintah daerah guna meringankan beban.
"Saya masih mencari sisa-sisa harta di lokasi kebakaran, ya barang sisa kebakaran yang utuh dapat dijual untuk keperluan membiayai makan minum keseharian keluarga," ujarnya di sela-sela pencarian barang sisa kebakaran kompleks Patina Biak.
Ia berharap dalam waktu dekat ada bantuan pemerintah sehingga para korban kebakaran dapat membangun rumah sederhana untuk tempat berteduh bersama anak dan istri mereka.
Sebelumnya, Kapolres Biak AKBP Mada Indra Laksanta menyatakan, belasan KK korban kebakaran akan disediakan Posko sementara sebagai tempat tinggal korban.
"Hasil koordinasi Polres dengan dinas terkait Posko penampung sementara korban kebakaran ditempatkan di halaman Mapolsek Biak Kota,"ujarnya.
Hingga, Rabu (21/11), pukul 12.30 WIT, belasan KK korban kebakaran masih mencari sisa harta di puing-puing rumah yang sudah hangus dilalap si jago merah pada Senin malam (19/11).

