Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura, Provinsi Papua mendorong agar komoditas pangan lokal dari daerah ini dapat dimanfaatkan menjadi bahan baku utama pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa.
Penjabat (Pj) Bupati Jayapura Samuel Siriwa di Sentani, Sabtu, berharap pangan lokal, seperti sagu, ubi-ubian, ulat sagu, ikan, ayam kampung, dan lainnya dapat menjadi bahan baku utama MBG.
"Dengan memanfaatkan pangan lokal, kita tidak hanya berfokus untuk meningkatkan kualitas gizi siswa, tetapi juga memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal kita," katanya.
Menurut Samuel, program MBG bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah di Kabupaten Kabupaten Jayapura, diharapkan juga menyesuaikan dengan kondisi lokal disini.
"Program ini berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, jika bahan makanan yang digunakan berasal dari petani dan peternak lokal kita," ujarnya.
Dia menjelaskan hingga saat ini Pemkab Jayapura belum menerima surat resmi terkait pemberian MBG tersebut, tetapi pihaknya tetap menyampaikan segala keperluan, termasuk pendataan siswa penerima manfaat.
"Saat ini terdapat 40.550 siswa penerima manfaat MBG di Kabupaten Jayapura, yang tersebar di 22 sekolah mulai dari SD, SMP, SMA dan SMK, yang tersebar di 19 distrik," katanya.
Dia menambahkan dengan adanya program MBG berbasis pangan lokal, diharapkan anak-anak di Kabupaten Jayapura mendapatkan asupan gizi berkualitas, sekaligus mendukung perekonomian masyarakat.
"Kami ingin program ini benar-benar memberikan manfaat ganda, baik bagi anak-anak kita maupun bagi kesejahteraan masyarakat Papua di Kabupaten Jayapura," ujarnya.