Jayapura (Antaranews Papua) - Polisi yang bertugas sebagai pengaman pilkada daerah rawan gangguan kamtibmas dari kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Provinsi Papua, dibekali peluru tajam.
"Bagi anggota yang terlibat sebagai pengaman pilkada dan bertugas di kampung atau distrik yang diketahui rawan KKB, maka mereka akan dibekali peluru tajam," kata Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli dalam sambutannya pada rapat koordinasi TNI-Polri di Jayapura, Jumat.
Ia mengatakan hal itu dilakukan karena tidak ingin anggotanya menjadi sasaran empuk aksi KKB.
Berbeda dengan daerah yang juga menyelenggarakan pilkada namun bukan dikategori daerah rawan KKB, yakni dibekali peluru hampa serta gas air mata.
"Kita harus bertindak hati-hati dan meminimalkan jatuhnya korban karena dampak yang ditimbulkan, sehingga dalam waktu dekat akan dilakukan pelatihan atau simulasi menghadapi gangguan kamtibmas," kata Irjen Boy Rafli.
Ia menyebut Polda Papua akan menyiagakan 17 ribu personil, tiga ribu diantaranya dari TNI untuk pengamanan pilkada.
Banyaknya personil yang dikerahkan untuk pengamanan karena luas wilayah Papua yang tiga setengah kali Pulau Jawa, dan memiliki 29 kabupaten/kota.
"Namun, untuk mewujudkan pilkada damai, sangat diperlukan peran aktif tokoh masyarakat dan agama," ujar Boy Rafli.
Rakor TNI-Polri yang berlangsung sehari dihadiri Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI George Elnadus Supit dan para komandan di lingkungam Kodam XVII/Cenderawasih dan Polda Papua. (*)

