Jayapura (ANTARA) - Kepolisian Resort Kota (Polresta) Jayapura Kota meminta warga untuk melarang anak-anak bermain dengan "meriam spirtus" yang sedang marak dijual di wilayah setempat.
Kapolresta Jayapura Kota Kombes Fredrickus Maclarimboen di Jayapura, Selasa, mengatakan mainan "meriam spirtus" tersebut berbahaya jika dimainkan karena dapat menyebabkan orang terluka terkena ledakannya.
"Kami sangat berharap orang tua mengawasi dan melarang anak-anaknya bermain meriam spirtus karena dapat membahayakan si anak," katanya.
Menurut Kapolresta, selain berbahaya, permainan menyerupai meriam tersebut menggunakan spirtus, salah satu cairan yang mudah terbakar dan juga mengganggu warga lain karena bunyi yang dihasilkannya.
"Saya telah meminta kapolsek beserta jajarannya untuk mengimbau warga agar anak-anaknya tidak memainkan meriam spirtus tersebut," ujarnya.
Dia menjelaskan warga yang anak-anaknya bermain meriam spirtus harus disambangi, pasalnya sudah ada beberapa contoh terkait dampak atau bahaya dari permainan tersebut seperti membuat yang bermain terluka.
Salah seorang warga yang bermukim di Kloofkamp Maria mengatakan dirinya sangat mendukung imbauan Kapolresta Jayapura Kota terkait larangan untuk memainkan permainan "meriam spirtus".
"Selain berbahaya bagi anak yang memainkannya karena dapat meledak dan melukainya, juga bunyi yang ditimbulkan sangat mengganggu warga terutama bagi yang sedang beristirahat," katanya.
Dia menambahkan pihaknya berharap dengan dukungan orang tua maka anak-anak tidak memainkannya lagi.

