Asmat (Antaranews Papua) – Bupati Asmat Elisa Kambu meresmikan gedung gereja Jemaat Gereja Protestan Indonesia (GPI) Papua Nehemia Atambut Klasis Asmat di Kampung Atambut, Distrik Betcbamu, Kabupaten Asmat, Provinsi Papua, Minggu (13/5) pagi.
Bupati Asmat Elisa Kambu berharap hadirnya gereja tersebut, jemaat setempat semakin termotivasi untuk bersekutu dan beribadah.
"Dengan hadirnya gedung ini, maka kita berharap akan lebih memberi ruang dan waktu yang cukup kepada jemaat di sini untuk datang beribadah di gereja ini," ujarnya.
Mewakili pemerintah, Elisa Kambu memberikan profisiat kepada GPI Papua karena bertambahnya gereja bagi jemaat di Tanah Papua, khususnya di Kabupaten Asmat.
"Saya juga memberikan apresiasi kepada GPI Papua Klasis Asmat yang terus berjuang memberikan pelayanan dan menjangkau umat,” kata Kambu.
Setelah diresmikan, Ketua Sinode GPI Papua Pendeta Isd Iwon SAg memimpin ibadah penahbisan gereja tersebut.
Peresmian dan penahbisan Gereja Nehemia Atambut didahului dengan prosesi pengantaran atau perpindahan alat-alat sakramen dari gedung gereja lama ke gedung gereja baru.
Sekretaris Panitia Pembangunan Gereja Nehemia Atambut Epsan Pailing melaporkan anggaran pembangunan gereja itu bersumber dari bantuan Pemerintah Kabupaten Asmat senilai Rp140 juta pada 2017, sumbangan jemaat GPI Papua Sion Atsy dan sumbangan pihak ketiga.
Pailing mengatakan jemaat Nehemia telah ada di Atambut sejak tahun 80-an. Mereka berada dalam wilayah pelayanan GPI Papua Sion Atsy.
Sebelum ada gedung gereja, jemaat Nehemia melaksanakan ibadah di gedung SD Persiapan Negeri Atamek, kampung setempat.
"Dalam sidang jemaat GPI Papua Sion Ats tahun ini telah diputuskan dan ditetapkan jemaat Nehemia Atambut menjadi jemaat mandiri, terpisah dari jemaat GPI Papua Sion Ats," katanya.
Ketua Sinode GPI Papua Pendeta Isd Iwon SAg memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan berbagai pihak yang telah memberikan dukungan sehingga gereja tersebut bisa dibangun di Kampung Atambut.
"Gedung gereja ini hadir berkat kerja sama pemerintah dan masyarakat. Dan kita bersyukur, atas perkenaan Tuhan, gedung gereja ini bisa diresmikan dan ditahbiskan," katanya.
Pendeta Iwon menambahkan pihaknya memberi akses kepada pemerintah daerah untuk memanfaatkan gereja tersebut, seperti melakukan pertemuan dengan masyarakat.
"Kalau pemerintah mau bertemu masyarakat di gereja ini, saya kira tidak ada halangan. Gedung ini bisa gunakan untuk acara yang diperuntukkan khusus, seperti pembinaan rohani," ujarnya. (*)