Logo Header Antaranews Papua

Petugas pemilu yang meninggal bertambah jadi 230 orang

Jumat, 26 April 2019 22:05 WIB
Image Print
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kanan) berbincang dengan salah satu keluarga dari Petugas Pemilu yang meninggal dalam tugasnya di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (26/4/2019). Pemprov Jawa Timur memberikan santunan kepada 53 keluarga petugas PPS, KPPS, anggota TNI dan Polri yang meninggal dunia saat bertugas dalam Pemilu 2019. (ANTARA FOTO/Didik Suhartono/hp)
KPU maunya hari ini selesai (proses di Kementerian Keuangan). Kalau besaran yang diusulkan KPU adalah Rp36 juta

Jakarta (ANTARA) - Petugas pemilu dari seluruh Indonesia yang meninggal dalam menjalankan tugasnya terhitung 230 orang per Jumat (26/4/2019) pukul 16.00 WIB.

Anggota KPU, Evi Novida Ginting Manik, mengkonfirmasi itu melalui pesan singkat: "Ya, wafat 230, sakit 1.730".

Secara terpisah, Ketua KPU, Arief Budiman, menyebut para petugas yang wafat sebagai pahlawan demokrasi. "Saya menyerukan para penyelenggara Pemilu mendoakan, saling menguatkan, baik mereka yang saat ini sedang menyelenggarakan tugas beratnya mau pun yang sudah meninggal dunia," ucap Arief.

KPU melakukan tindak lanjut atas hal itu dengan mengusahakan pemberian santunan. Adapun mengenai besaran uang santunan masih perlu menunggu keputusan Kementerian Keuangan.

"KPU maunya hari ini selesai (proses di Kementerian Keuangan). Kalau besaran yang diusulkan KPU adalah Rp36 juta," tuturnya.

Ditanya mengenai evaluasi terkait hal tersebut, dia tidak banyak memberikan komentar.

Menurut dia, saat ini KPU masih bekerja dalam proses pascapemilu, sehingga terlalu dini untuk melakukan evaluasi. "Evaluasinya nanti, kalau pemilunya sudah selesai," ujar dia.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026