Jayapura (ANTARA) - Wakil Bupati Jayapura, Provinsi Papua Haris R. Yocku turun langsung ke lapangan untuk melakukan mediasi antarkelompok yang terlibat bentrokan di Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur.
Wakil Bupati Jayapura Haris R. Yocku di Sentani, Rabu, mengatakan bahwa langkah ini diambil untuk meredakan ketegangan dan mencari solusi damai bagi kedua belah pihak yang terlibat perselisihan.
"Kami mendapatkan informasi bahwa telah terjadi bentrok antarwarga di Kampung Harapan, tepatnya di Gedung Gereja GKI Filadelfia Kampung Harapan dan hal ini menjadi atensi khusus pemerintah daerah," katanya.
Menurut Haris, penyelesaian peristiwa seperti ini harus melibatkan pemerintah daerah, tokoh adat dan tokoh agama, aparat kepolisian dan TNI, karena tugas menjaga keamanan dan kedamaian menjadi tanggung jawab bersama.
"Saya bertemu kedua kubu di tempat terpisah di Kampung Harapan, untuk mencari tahu akar masalahnya, kemudian kita berikan solusi terbaik yakni mediasi untuk berdamai," ujarnya.
Dia menjelaskan pihaknya mengimbau semua pihak untuk menahan diri dan tidak mudah terpancing emosi, penyelesaian konflik harus dilakukan dengan kepala dingin dan persaudaraan.
"Akar permasalahan harus dicari dan diselesaikan secara tuntas agar kejadian serupa tidak terulang, pemerintah juga menggandeng tokoh adat dan tokoh agama dalam menyusun solusi yang adil bagi semua pihak," katanya lagi.
Dia menambahkan kronologis kejadian yakni pada Rabu, 2 April 2025, ada sekelompok orang luar yang masuk ke dalam Gedung Gereja GKI Filadelfia Kampung Harapan, kemudian menyerang umat yang sedang melakukan ibadah sakramen pernikahan kudus.
"Peristiwa penyerangan ini merupakan buntut dari pemukulan terhadap seorang pemuda, yang diduga akan mencuri kendaraan bermotor di gereja tersebut pada Senin, 31 Maret 2025 malam hari saat ibadah kunci bulan," ujarnya lagi.