Timika (Antara Papua) - PT Nindya Karya (Persero) dipercayakan oleh pemerintah untuk membangun terminal penumpang Bandara Moses Kilangin Timika, Provinsi Papua, berkapasitas 21 ribu meter persegi.
Kepala Dishubkominfo Mimika John Rettob kepada Antara di Timika, Sabtu, mengatakan, pembangunan terminal umum Bandara Moses Kilangin Timika ditargetkan akan rampung pada 2016 sehingga bisa dapat dioperasikan mulai 2017.
"Untuk pembangunan fasilitas terminal umum yang dibiayai dari APBN, kalau tidak salah sudah ada penetapan pemenang tender di Jakarta. Pekerjaan itu akan ditangani oleh PT Nindya Karya," jelas John.
John menyambut positif dukungan Pemerintah Pusat melalui Kemenhub yang mengalokasikan anggaran melalui APBN guna mendukung percepatan pembangunan fasilitas umum pada Bandara Moses Kilangin Timika.
Selain membiayai pembangunan fasilitas terminal umum penumpang, Kemenhub juga mendanai pembangunan apron (tempat parkir pesawat) di Bandara Timika. Tahun ini akan dibangun lagi apron seluas 20 ribu meter per segi. Sebelumnya Kemenhub juga telah membangun fasilitas apron seluas 20 meter per segi.
Adapun alokasi dana dari APBD Mimika telah digunakan untuk membangun fasilitas terminal VIP yang sudah rampung sejak 2014, pembangunan akses jalan menuju bandara baru Moses Kilangin Timika dan lainnya.
John menjelaskan, tahun ini pekerjaan pembangunan terminal umum penumpang di Bandara Timika akan dilanjutkan dengan pemasangan tiang-tiang dan rangka baja untuk teras dan rangka baja untuk garbarata.
Dishubkominfo Mimika juga telah berkoordinasi dengan Dinas PU setempat, Satker Kementerian PU, Dinas PU Provinsi Papua serta Dishub Provinsi Papua untuk meminta dukungan agar pembangunan fasilitas umum di Bandara Timika bisa dibangun secepatnya.
Dari hasil koordinasi tersebut, katanya, Satker Kementerian PU di Timika menganggarkan dana yang cukup besar untuk membangun jalan konstruksi hotmix menuju bandara baru Moses Kilangin Timika.
Adapun dana APBD Mimika tahun anggaran 2015 melalui Dinas PU akan dimanfaatkan untuk membangun fasilitas tempat parkir kendaraan serta dibantu dengan dana dari Pemprov Papua.
Pemprov Papua melalui Dinas Perhubungan juga mengalokasikan dana untuk membuat strip dan Bandara Timika.
"Kami juga sudah berkoordinasi dengan rekan-rekan dari PT Freeport Indonesia untuk menyelesaikan sistem standara runway yang benar di sisi utara mengingat kami dari pemerintah akan membangun hal yang sama di sisi selatan," ujarnya.
"Mereka sudah memberikan persetujuan untuk standar strip dan parit. Mereka harus tutup parit yang hanya berjarak 75 meter dari runway dan memindahkan ke jarak 150 meter," jelasnya.
John menambahkan, bahwa jajarannya sedang menyiapkan berbagai dokumen seperti Airport Emergency Plan serta sistem operasi prosedur (SOP) pengelolaan fasilitas terminal umum Bandara Moses Kilangin.
Pembangunan Bandara Moses Kilangin Timika akhir-akhir ini kian dikebut agar bisa rampung dikerjakan sebelum pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX pada 2020.
Sebagai tuan rumah penyelenggara PON 2020, sejumlah kota di Provinsi Papua termasuk Timika akan menjadi tempat perhelatan sejumlah cabang olahraga. (*)

