Jayapura (Antara Papua) - Manajemen PT Pelni Jayapura kini telah mengoperasikan dua unit kapal perintis yang menjadi penghubung bagi pulau-pulau kecil dan terluar di Tanah Papua.
General Manager PT Pelni (Persero) Jayapura Kamaruzzaman, di Jayapura, menjelaskan bahwa Pelni sebenarnya mendapat jatah tiga unit kapal perintis, namun kini ada satu kapal dalam keadaan rusak.
"Ada tiga kapal perintis yang kami operasikan mulai tahun ini, masing-masing KM Sabuk Nusantara 44, KM Sabuk Nusantara 29, dan KM Papua Empat. Sedangkan yang masih dalam perbaikan KM Papua Empat," ujarnya pula.
Ia mengakui jumlah penumpang kapal perintis tersebut masih jauh di bawah kapasitas, namun hal tersebut tidak akan membuat keberadaan unit tersebut dihapus oleh pemerintah.
"Kapal perintis ini `kan sebagai penghubung kapal putih milik Pelni untuk melayani rute-rute pendek yakni pulau-pulau kecil yang tidak bisa disinggahi kapal putih. Penumpangnya biasanya berkisar 40-60 orang per kapal dengan kapasitas 200-500 orang," katanya lagi.
Kamaruzzaman mengimbau kepada masyarakat untuk bisa memanfaatkan keberadaan kapal tersebut karena memiliki tarif yang sangat murah.
"Harga tiketnya sangat murah, seperti mau ke Wasior, harga tiketnya hanya Rp25-30 ribu per orang, sedangkan kalau mau ke Sarmi berkisar Rp10-15 ribu per orang. Tetapi memang tidak mendapatkan jatah makanan, dan perjalanan bisa 2-4 hari sampai ke daerah tujuan," ujarnya lagi.
Sebanyak 52 kapal perintis yang dioperasikan Pelni, tetapi untuk wilayah Papua mendapat tiga unit.
Rute kapal perintis yang akan dilayari itu, di antaranya Jayapura, Serui, Kaipuri, Waren, Serui Ansus, Woi Orasbari, Wasior, Nabire, dan sebaliknya. (*)

