Jayapura (Antara Papua) - Pemerintah Kota Jayapura menyebut sedikitnya 40 koperasi di kota itu siap menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR), jika program tersebut jadi digulirkan oleh pemerintah pusat.
"Jumlah koperasi yang terdata ada sekitar 300 unit, dan yang masih aktif sekitar 175 unit. Yang siap menyalurkan KUR sekitar 40 unit koperasi. Kami optimistis program itu tidak ada masalah," ujar Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Jayapura Robert Awi, di Jayapura, Minggu.
Ia mengaku telah melakukan pembinaan terhadap beberapa koperasi dalam hal pengelolaan keuangan.
"Kami menyambut baik kalau koperasi dipercayakan sebagai salah satu institusi untuk menyalurkan KUR. Bahkan kami sudah menyiapkan beberapa koperasi yang kami anggap punya kemampuan mengelola keuangan," kata dia.
"Kota Jayapura siap kalau akhirnya program tersebut jadi digulirkan oleh pusat melalui Kementerian Koperasi," sambung Awi.
Sebelumnya, diberitakan Presiden Joko Widodo meminta Kementerian Koperasi dan UKM untuk dapat mendorong penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui lembaga koperasi guna mengembangkan usaha mikro kecil dan menengah di masyarakat.
"Intinya seperti itu dan bagaimana kita mendorong UKM kita untuk meningkatkan ekspor," kata Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga.
Menurut Puspayoga, Kementeriannya telah menandatangani kesepakatan kerja sama pengembangan kapasitas dan akses keuangan UMKM bersama Otoritas Jasa Keuangan di Jambi pada Kamis (21/7).
Dalam kerja sama itu juga tercakup penyediaan layanan data dan pertukaran informasi serta edukasi bagi sumber daya manusia.
Puspayoga mengatakan untuk mendukung penyaluran dana KUR, lembaga koperasi memerlukan jumlah omset yang cukup serta memiliki sistem komputasi dan teknologi informasi yang mumpuni untuk pengelolaan dana KUR.
Menurut Puspayoga, Presiden juga memberi evaluasi kepada kementeriannya untuk meningkatkan kualitas dan pengembangan koperasi khususnya untuk menumbuhkan UKM. (*)