Timika (Antara Papua) - Ribuan umat Katolik di Timika, Papua, mengumpulkan dana untuk mendukung pembangunan gedung gereja Stasi St Petrus Kampung Kamoro Jaya-SP1, pada Minggu (27/11).
Pengumpulan dana pembangunan gedung gereja baru tersebut dilakukan melalui prosesi adat `alas tikar` dan lelang tiang yang dipimpin langsung oleh Uskup Keuskupan Timika Mgr John Philip Saklil Pr.
Kegiatan tersebut berhasil mengumpulkan dana puluhan juta melalui prosesi adat `alas tikar`. Sedangkan acara lelang tiang gereja berhasil menghimpun dukungan dari 271 warga jemaat.
Setiap tiang gereja senilai Rp5 juta.
Ketua Panitia Pembangunan Gereja Stasi St Petrus Kamoro Jaya-SP1 Timika Yulius Katagame mengatakan pembangunan gedung gereja baru tersebut membutuhkan anggaran sekitar Rp6,9 miliar dengan target waktu pengerjaan sekitar enam tahun.
"Kalau mengharapkan dari kemampuan umat saja, gedung gereja ini baru bisa selesai dalam waktu 23 tahun. Kami membutuhkan dukungan dan peran serta dari semua pihak untuk membantu mempercepat pembangunan gedung gereja baru mengingat gedung gereja lama yang dibangun sejak 1996 sudah tidak bisa menampung umat yang hadir mengikuti ibadah," ujar Yulius.
Uskup John Saklil menyambut positif semangat umat Katolik Stasi St Petrus Kamoro Jaya-SP1 yang berani membangun gedung gereja baru, meskipun kemampuan mereka terbatas.
"Hari ini kita mulai membangun gedung gereja baru yang ditandai dengan prosesi peletakkan batu pertama. Ini menunjukkan bahwa umat Katolik SP1 membangun hidup dan imannya. Kita membangun dari kekurangan kita, bukan dari kelebihan kita," kata Uskup Saklil.
Uskup Saklil meminta seluruh keluarga Katolik di wilayah Stasi St Petrus SP1 dan SP4 (Kampung Wonosari Jaya) wajib memberikan sumbangan untuk pembangunan gedung gereja baru, baik dalam bentuk dana, material maupun tenaga.
Uskup juga meminta dukungan Pemkab dan DPRD Mimika agar membantu pembangunan rumah-rumah ibadah di wilayah itu sehingga kehidupan iman umat menjadi berkembang dan semakin lebih baik. (*)

