Jayapura (ANTARA) - Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr Silwanus Sumule mengatakan dari 45 rumah sakit yang ada di Provinsi Papua, hingga kini baru sebanyak 17 rumah sakit yang melaporkan perkembangan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS).
"Jadi masih ada 29 Rumah Sakit di Papua yang belum melaporkan perkembangan SIMRS di rumah sakitnya. Kami mohon kerja samanya untuk memperbaharui datanya," ujarnya di Jayapura, Kamis,
Siwanus mengatakan 17 rumah sakit yang melaporkan data SIMRS secara berkala yakni RSUD Mappi dan sudah disepakati dengan Ditjen Yankes Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan menggunakan SIM GOS dari Ditjen Yankes.
RSUD tersebut sedang menunggu APBD perubahan untuk pelatihan di Kepi, Ibu Kota Kabupaten Mappi.
"RSUD Nabire belum memiliki SIMRS. Surat komitmen pengadaan SIMRS sudah dikirim ke Dinkes Provinsi pada 31 Juli 2019. Bulan ini tenaga IT di RSUD Nabire akan ikut pelatihan dan studi banding. Sudah di rencanakan pemasangan perangkat komputer dan jaringan," ujarnya.
Kemudian RS Provita, memakai program Visual Basic. Sementara mengurus sambungan dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Belum tersambung dengan Aplikasi Sarana Prasarana dan Alat Kesehatan (ASPAK).
Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Gandhi sudah menggunakan SIMRS Khanza, baru digunakan front office, namun belum maksimal.
"Kemarin sudah mengirim surat ke BPJS Kesehatan untuk penyambungan, tetapi berhubung bertepatan dengan survei akreditasi. Kami prioritas untuk akreditasi," katanya.
RSUD Paniai melaporkan bahwa IHT SIMKES Khanza tahun 2018, sementara baru pengumpulan buat data center. Tenaga IT sudah dilatih di Kalimantan, rencananya ikut lagi latihan di Yogyakarta. Pemasangan perangkat komputer dan jaringan dilakukan tahun ini dari DAK 2019.
RSUD Wamena, SIMRS sudah berjalan untuk registrasi rawat jalan, namun belum maksimal disebabkan manajemen waktu dari unit pengelola SIMRS terganggu dengan kegiatan lain dari RSUD, dan juga belum memiliki ruangan kerja sendiri.
SIMRS yang digunakan dan aktif SIM-RS Khanza Soft. Media fitur/fasilitas yang sudah di miliki SIMRS Khanza yaitu Bridging BPJS Kesehatan dan SISRUTE tapi belum berjalan. Proses penyambungannya masih butuh panduan dari pihak Khanza, namun belum ada jawaban.
Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Merauke melaporkan bahwa mereka pernah menggunakan Khanza SIMRS sebelum komputer bermasalah dan diinstall ulang. Saat ini RSAL Merauke tidak menggunakan SIMRS.
Rumah Sakit Bergerak Mamberamo Raya, kata dia, SIMRS KHANZA Fitur yang baru di gunakan untuk pendaftaran RJ, RI, Laboratorium, Input Diagnosa dan penyambungan SIRANAP. sementara masih terkendala SDM IT dan jaringan.
RS Mitra Masyarakat (RSMM) Timika, sudah menggunakan SIMRS yang dikembangkan sendiri dari vendor swasta, yaitu aplikasi SIMRS dari vendor QPRO dan SCI.
SIMRS sudah integrasi untuk rawat jalan, rawat inap, asuhan keperawatan, rekam medik, penunjang medik, IGD, farmasi dan perbekalan, logistik umum, HRD dan manajemen akuntansi keuangan.
Tahun 2019 RSMM sedang memperbaharui sistem untuk mensinkronkan dengan regulasi terbaru, yaitu e-rekam medik, tetapi baru selesai 1 tahap dari 4 tahap yang dijadwalkan.
Rumah Sakit Tingkat II Marthen Indey, sudah menggunakan SIMRS Mandiri dari vendor swasta. Modul aplikasi SIMRS sudah terintegrasi ke semua unit, tetapi belum terintegrasi ke SISRUTE dan penghubungan ke BPJS masih dalam tahap proses dikarenakan butuh jaringan internet dan sedang di upayakan.
RS Bhayangkara Jayapura, melaporkan bahwa sudah menggunakan SIMRS vendor dari PILAR , tetapi belum terintegrasi Sisrute dan Bridging ke BPJS Kesehatan.
RS Dian Harapan sudah menggunakan SIMRS mencakup pendaftaran rawat jalan, IGD dan rawat inap. Penunjang medis laboratorium, radiologi, rehab medik, mcu, kasir, keuangan dan akuntansi, gudang umum dan farmasi, pengadaan, mutu, SDM penggajian dan data SDM, Depo, Farmasi (penjualan), dan Report. RS Dian Harapan juga sudah bridging dengan INACBG (NCC) dan BPJS Kesehatan.
Selanjutnya, RSUD Mimika, sudah memiliki SIMRS dengan Developer HMS Abiyosoft. SIMRS dengan Fitur Front Office mencakup pendaftaran Pasien (Bridging vclaim), rawat Jalan belum menggunakan, IGD belum menggunakan, HD belum menggunakan, Gizi belum menggunakan, rawat inap belum menggunakan.
Logistik Umum, rekam medis, Asuhan Keperawatan, Pemulasaran, UTD, IPSRS, Back Office juga belum digunakan. SIMRS sudah digunakan di Laboratorium, Radiologi, Apotek/Farmasi, Logistik Farmasi, IBS belum maksimal, kasir Sentral/Billing System belum maksimal. RSUD Mimika berencana Bridging SISRUTE akhir tahun (2019) kalau tidak terkendala.
RSUD Boven Digoel, melaporkan bahwa SIMRS belum ada. Drencanakan tahun depan. RSUD Mulia, melaporkan bahwa SIMRS belum ada. RSUD Kwaingga juga belum ada dan diusulkan tahun 2020 melalui Sumber dana DAK Rujukan. Terakhir, RS Bunda Pengharapan Merauke belum ada SIMRS, sementara dalam persiapan pengajuan ke Kementerian Kesehatan.
Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) adalah sebuah sistem informasi yang terintegrasi yang disiapkan untuk menangani keseluruhan proses manajemen Rumah Sakit, mulai dari pelayanan diagnosa dan tindakan untuk pasien, rekam medis (medical record), apotek, gudang farmasi, penagihan, database personalia, penggajian karyawan, proses akuntansi sampai dengan pengendalian oleh manajemen.

