Biak (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Biak Numfor, Papua melalui Dinas Perikanan pada 2024 akan meningkatkan capaian hingga 8.000 Kartu Usaha Perikanan dan Kelautan (Kusuka) bagi nelayan Orang Asli Papua (OAP) di daerah setempat.
"Sampai saat ini ada 4.000 lebih nelayan OAP yang telah miliki Kartu Kusuka, kami targetkan bisa terwujud target keseluruhan hingga 8.000," ujar Kepala Dinas Perikanan Biak Numfor Effendi Igirisa, di Biak, Jumat.
Effendi menyebutkan, kartu Kusuka nelayan ini sebagai identitas profesi pelaku usaha kelautan dan perikanan, serta dengan Kusuka memberikan kemudahan data untuk program perlindungan pemberdayaan pelaku usaha kelautan dan perikanan.
Dia menambahkan, manfaat dari kartu Kusuka bagi nelayan mendapat kepastian program bahan bakar minyak (BBM) subsidi.
Kemudahan lain kartu usaha nelayan mendapatkan bantuan lainnya karena data nelayan berada di database, inklusi dan literasi keuangan.
Khusus kartu nelayan bagi Pertamina, ujar dia, adanya informasi kebutuhan BBM dan sebaran wilayahnya serta untuk mempermudah manajemen stok dan perkiraan produksi BBM.
Ia berharap, nelayan tradisional OAP yang belum punya kartu Kusuka dapat mengurusnya di Dinas Perikanan Biak Numfor.
"Banyak keuntungan nelayan punya kartu Kusuka, ya bisa menerima berbagai kemudahan," ujar Effendi lagi.
Berdasarkan data Dinas Perikanan Biak dari 4.000 lebih nelayan pemegang kartu Kusuka tersebar di Biak Kota, Samofa, Biak Timur, Oridek, Padaido, Aimand, Biak Barat, Swandiwe hingga distrik Pantai Utara Biak dan Kepulauan Numfor.