Timika (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika, Papua Tengah mengajak umat Islam menjadikan momentum perayaan Idul Fitri 1446 Hijriah untuk mempererat persaudaraan dan memperkuat keberagaman di tengah masyarakat yang heterogen di daerah ini.
Bupati Mimika Johannes Rettob di Timika, Senin, mengatakan pelaksanaan Shalat Idul Fitri wujud kemenangan semua umat Islam di seluruh dunia, setelah sebulan penuh melaksanakan puasa.
"Selama puasa selama sebulan kami sudah melakukan introspeksi diri baik sebagai pribadi maupun masyarakat untuk itu kami mengajak seluruh warga untuk saling memaafkan kesalahan," katanya.
Dia juga mengatakan pesta demokrasi telah selesai dan telah melahirkan kepala daerah.
Oleh karena itu, pihaknya meminta masyarakat setempat mendukung program pemerintah daerah dalam membangun Mimika.
"Sehingga Idul Fitri dapat menjadi momen untuk mewujudkan fondasi persatuan dan kesatuan yang dilandasi nilai kebangsaan dan keimanan," ujarnya.
Dia menjelaskan salah satu hikmah fitri tentang penguatan fondasi beragama, dan sekalipun tidak berjabat tangan tetapi hatinya saling memaafkan dengan tulus dan ikhlas.
"Dengan demikian silaturahmi bisa menjadi jembatan menuju kebahagiaan," katanya.
Dia menambahkan pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama di tengah keberagaman berbagai budaya, suku, agama, dan bahasa.
Ia juga mengatakan pentingnya masyarakat memperkuat solidaritas dan toleransi dalam membangun Mimika.