Jayapura (ANTARA) - Dinas Perikanan Kota Jayapura, Papua fokus menjalankan tiga program unggulan, yakni pengolahan perikanan tangkap, perikanan budi daya, dan penguatan daya saing produk perikanan sesuai perencanaan strategi (renstra) instansi tersebut pada 2023-2026.
"Tiga program tersebut merupakan program prioritas Dinas Perikanan yang akan dilaksanakan selama tiga tahun ke depan," kata Kepala Dinas Perikanan Kota Jayapura Matheys Sibi di Jayapura, Kamis.
Dia mengakui, dalam tiga program prioritas tersebut ada sektor unggulan yang akan dikembangkan seperti pada perikanan tangkap pihaknya fokus peningkatan produksi hasil tangkapan.
"Sebab komoditas unggulan kami pada sektor perikanan tangkap seperti ikan tuna, ikan cakalang dan dan ikan tongkol diekspor, seperti ke Jepang dan Amerika Serikat," katanya.
Dia menjelaskan permintaan pasar luar negeri yang cukup tinggi terhadap ekspor ikan tuna, cakalang dan tongkol membuat saat ini pihaknya terus fokus untuk pengembangan sehingga hasil tangkap lebih banyak.
"Kemudian untuk perikanan budi daya komoditas unggulan kami yaitu ikan nila yang terus kami kembangkan, baik di Distrik Muara Tami sebagai sentra produksi dan juga di Distrik Heram," ujarnya.
Untuk penguatan daya saing produk perikanan, pihaknya lebih fokus memberikan nilai tambah produksi kepada para pengelola dan pemasaran yang saat ini dibina melalui unit pengolahan ikan berjumlah 70 orang.
Berdasarkan hasil evaluasi pada 2023, Dinas Perikanan Kota Jayapura berhasil melampaui target dari semua sektor, seperti produksi perikanan tangkap dari target 43.500 ton tercapai 46.369 ton atau 106 persen.
"Sementara untuk produksi perikanan budi daya dari 13.500 ton capaian kami 13.684 ton atau naik 101,36 persen dan produk olahan perikanan dari target 1.045 ton pada akhir 2023 mencapai 2.385, 15 ton atau naik 222 persen," katanya.

