Jayapura (Antara Papua) - General Manager PLN Wilayah Papua dan Papua Barat (WP2B) Robert Sitorus mengungkapkan, mesin Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Genyem sedang dibersihkan dari endapan lumpur yang ikut mengalir dari aliran Sungai Orya, Kabupaten Jayapura.
"PLTA sekarang masih `off` karena memang ini masih dalam tahap pengujian, jadi belum diserahterimakan. Seperti sekarang sedang dalam pembersihan lumpur, baik di tanel, tres. pembersihan lumpur sudah berjalan dua hari, mudah-mudahan hari ketiga sudah selesai akan kita hidupkan kembali," ujarnya di Jayapura, Selasa.
Dijelaskannya, sebelum dilakukan pembersihan, mesin pembangkit unit kedua PLTA Genyem sedang melakukan proses uji coba, sementara untuk mesin unit pertama sudah melewati rangkaian uji coba selama 10 hari tanpa henti.
"Unit kedua masih dalam pengujian, tapi karena banyak lumpur makanya dihentikan. Aset seperti itu harus ditangani secara serius karena tidak boleh nanti diserahkan tanpa memenuhi persyaratan sertifikat layak operasinya," ucap dia.
Menurutnya, sebelum unit pembangkit diserahkan oleh pihak kontraktor kepada PLN, banyak tahapan yang harus dilalui terlebih dahulu, dan hal ini memang sudah tertuang dalam kontrak kerja yang dibuat sebelumnya.
"Banyak yang memantau kondisi pembangunan proyek PLN, mulai dari jasa sertifikasi, PLN Litbank. Ini kalau sudah disepakati bersama dan dinyatakan layak operasi, baru diserahkan ke wilayah Papua," kata Robert.
"Ini adalah bagian untuk memenuhi syarat sebelum diserahkan kepada kami. Kami juga tidak mau menerima pekerjaan dari kontraktornya dalam posisi tidak sempurna, dan itupun mereka tidak akan mungkin melakukannya," sambungnya.
Dikemukakan dia, setelah proses pembersihan selesai, maka mesin unit kedua di PLTA Genyem akan kembali di uji coba dan diharapkan hasilan dayanya bisa segera membantu mengaliri sistem kelistrikkan Jayapura.
"Setelah pembersihan mereka akan uji lagi. Kemarin performance test baru lima hari, setelah diselesaikan baru diserah terimakan," ucap Sitorus. (*)