Biak (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Biak Numfor, Papua memastikan persediaan obat-obatan di 21 Puskesmas hingga saat ini pada 2025 masih terpenuhi untuk melayani pengobatan warga.
"Adanya informasi menyebut stok obat di 21 Puskesmas Biak Numfor kosong adalah berita tidak benar atau hoaks sebab persediaan sampai sekarang cukup melayani pengobatan warga," ujar Kasi Farmasi Dinas Kesehatan Biak Numfor Navyta LO Korwa A.Md Far dalam keterangan di Biak, Senin.
Diakuinya, setiap Puskesmas mendapat persediaan obat-obatan melalui anggaran rutin dan obat program yang disediakan Kementerian Kesehatan lewat Dinas Kesehatan Provinsi Papua seperti obat kusta dan HIV/AIDS.
Untuk pengadaan obat esensial Puskesmas, lanjut Novita, pengadaan dilakukan Dinas Kesehatan dengan dukungan dana alokasi khusus non fisik (DAK) dan otonomi khusus.
"Sejak 2022-2024 persediaan obat di 21 Puskesmas tetap tersedia dan tidak pernah kosong karena hal ini untuk melayani pasien yang datang berobat," ujarnya
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Biak Numfor Daud Nataniel Duwiri mengatakan, Dinas Kesehatan melalui seksi kefarmasian setiap hari telah menyediakan kebutuhan obat untuk kebutuhan perawatan pasien 21 Puskesmas.
"Obat di 21 Puskesmas harus tersedia dan tidak boleh kosong karena sangat vital untuk pengobatan pasien yang berobat," katanya.
Ia berharap, informasi tentang adanya obat kosong di Puskesmas supaya diluruskan sehingga tak meresahkan pasien yang datang berobat.
"Kami pastikan stok obat tersedia dengan baik di 21 Puskesmas sampai hari ini," tegas Duwiri didampingi Kabid Pelayanan Kesehatan Jubelina Marandof bersama Kepala Puskesmas Parai Wahida Hasbi serta Bendahara BOK Friska Tambunan dan bendahara akreditasi dr Putri
Ia meminta masyarakat di 257 kampung,14 kelurahan dan 19 distrik untuk tetap datang berobat ke Puskesmas karena obat tersedia dengan baik.