Biak (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Biak Numfor, Papua menyebut layanan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai implementasi program pemerintahan Presiden Prabowo sudah beroperasi di 21 puskesmas di daerah setempat.
"Sejak program CKG di-launching (luncurkan) di Pulau Numfor dilakukan Bupati Markus O Mansnembra pada awal Maret 2025 hingga saat ini semua puskesmas telah beroperasi melayani CKG," ujar Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kabupaten Biak Numfor Jubelina Marandof di Biak, Senin.
Pihak Dinkes setempat telah menginstruksikan tenaga kesehatan memberikan layanan CKG di daerah pelayanan masing-masing.
"Untuk jadwal layanan CKG menyesuaikan kebutuhan warga dan diatur dengan jadwal mengingat lokasi dan kondisi geografis juga perlu mendapat perhatian puskesmas bersangkutan," ujar dia.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Biak Numfor Daud Nataniel Duwiri menyebut dukungan layanan CKG di daerah itu dengan menyediakan stok obat-obatan di 21 puskesmas.
"Untuk ketersediaan obat kami pastikan selalu tersedia 24 jam," katanya.
Bahkan pada tahun ini, Dinkes setempat telah mengalokasikan anggaran Rp5,5 miliar untuk pengadaan obat-obatan guna melayani pasien di 21 puskesmas.
Pengadaan obat-obat berasal dana alokasi khusus nonfisik senilai Rp2,5 miliar dan otonomi khusus Papua Rp3 miliar.
Duwiri menyebut idealnya kebutuhan alokasi anggaran pengadaan obat-obat selama satu tahun berkisar Rp10 miliar hingga Rp12 miliar.
Dia mengakui anggaran pengadaan obat telah dipenuhi setengah dari target kebutuhan anggaran secara keseluruhan.
"Ketersediaan obat-obatan di setiap puskesmas sangat prioritas menunjang pelayanan pengobatan pasien 21 puskesmas," ujarnya.