Jayapura (ANTARA) - Penjabat Gubernur Papua Ramses Limbong mengajak masyarakat menggunakan transaksi non-tunai pada setiap transaksi sehari-hari sebagai bagian dalam mendukung terhadap digitalisasi sistem pembayaran dan peredaran uang palsu di Bumi Cenderawasih.
“Saya minta seluruh masyarakat agar mengutamakan penggunaan non- tunai di mana ini mempermudah transaksi,” kata Ramses usai membuka kegiatan Semarak Rupiah Ramadhan dan berkah Idul Fitri (Serambi) 2025 bertempat Kantor Gubernur Papua, Kota Jayapura, Senin (3/3).
Menurut Ramses, upaya ini juga merupakan salah satu untuk mencegah terjadinya peredaran uang palsu.
“Saya juga minta kepada masyarakat agar dengan bijak berbelanja dan bertanggung jawab dalam menghadapi perayaan Ramadhan dan Idul Fitri,” ujarnya,
Dia menjelaskan, selain itu juga masyarakat harus menjaga dan merawat Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara dengan meningkatkan kesadaran cinta, bangga dan paham rupiah.
“Dengan begitu akan melancarkan sistem pembayaran dalam mendukung aktivitas ekonomi di Bumi Cenderawasih,” katanya.
Dia menambahkan, di tengah tren digitalisasi pihaknya melihat semakin luas penggunaan instrumen pembayaran non-tunai seperti QRIS dan mobile banking namun permintaan terhadap uang tunai tetap tinggi .
“Sehingga inilah tugas dari Bank Indonesia agar terus mengedukasi lagi penggunaan non-tunai di Papua dengan begitu transaksi bisa lebih masif,” ujarnya.
Dia menjelaskan, pada 2024 perekonomian Papua mengalami pertumbuhan sebesar 4,11 persen (c-to-c) yang ditopang oleh konsumsi rumah tangga sebesar 4,22 persen secara (c-to-c) oleh sebab itu pihaknya mendorong adanya aktivitas perdagangan konsumsi masyarakat, serta mobilitas ekonomi yang terus meningkat, terutama menjelang Hari besar Keagamaan Nasional seperti Idul Fitri.
"Untuk itu pada momentum ini menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi, dengan peningkatan permintaan barang dan jasa, baik dalam sektor formal maupun informal," katanya.