Jayapura (ANTARA) - Perum Bulog Kanwil Papua selama tahun 2025 menyalurkan beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 19.817 ton ke 42 kabupaten/kota di Tanah Papua.
Kepala Perum Bulog Kanwil Papua Ahmad Mustari di Jayapura, Senin, mengatakan seluruh kabupaten/kota di Tanah Papua sudah terlayani beras SPHP yang dijual dengan harga eceran tertinggi Rp67.500/karung lima kilogram atau Rp13.500/kilogram.
Beras SPHP sudah disebar dan diperjualbelikan di seluruh kabupaten/kota di Tanah Papua.
"Biaya angkut beras yang masuk dalam Program SPHP ditanggung Bulog," kata Kepala Perum Bulog Kanwil Papua Ahmad Mustari.
Diakui, biaya angkut beras SPHP yang disalurkan terutama di beberapa kabupaten di Provinsi Papua Tengah dan Papua Pegunungan termasuk tinggi yakni mencapai berkisar Rp25.000 hingga Rp30.000/kilogram.
Adapun wilayah yang biaya angkutnya tinggi di antaranya Kabupaten Intan Jaya dan Puncak di Provinsi Papua Tengah dan Kabupaten Nduga, Pegunungan Bintang dan Mamberamo Tengah di Papua Pegunungan.
Ketika ditanya berapa banyak beras SPHP yang sudah disalurkan ke Intan Jaya, Ahmad Mustari mengatakan saat ini beras SPHP yang disalurkan sebanyak 10 ton.
"Dari laporan yang diterima terungkap, warga antusias membeli beras tersebut,"kata Ahmad Mustari.

