Logo Header Antaranews Papua

Telkomsel: 400 distrik se Tanah Papua nikmati layanan telekomunikasi

Senin, 22 Januari 2024 14:39 WIB
Image Print
Manager Service Quality Assurance Telkomsel Papua and Maluku,Muhammad Nour, GM Network Operations and Productivity Telkomsel Maluku and Papua Agus Sugiarto dan Manager RTP Deployment Support Telkomsel Maluku Papua Dzulkifi Sijaya saat melakukan pengecekan jaringan di Koya, Kota Jayapura, Papua. (ANTARA/HO/Dok Telkomsel Papua)
Akses radio dan satelit untuk wilayah belum dijangkau kabel fiber optic

Jayapura (ANTARA) - Manager Service Quality Assurance Telkomsel Maluku and Papua Muhammad Nour menyatakan, saat ini 400 distrik se Tanah Papua khususnya yang berada di Provinsi Papua, Papua Tengah,Papua Pegunungan dan Papua Selatan telah menikmati layanan telekomunikasi.

"Memang benar hingga bulan Januari, Telkomsel telah berhasil menjangkau lebih dari 400 distrik atau kecamatan yang ada di Tanah Papua, " jelas Manager Service Quality Assurance Telkomsel Maluku and Papua Muhammad Nour, Senin di Jayapura.

Dikatakan, distrik-distrik itu ada yang sudah terlayani dengan 4G tetapi masih juga ada yang baru 2G.

Telkomsel senantiasa berupaya untuk meningkatkan jangkauan agar akses komunikasi di Tanah Papua bisa merata.

"Pembangunan jaringan telekomunikasi dilakukan Bhakti-Kominfo dan Telkom," kata Muhammad Nour.

Ketika ditanya terkait kesulitan yang dihadapi dalam upaya pemerataan akses komunikasi di Tanah Papua, Nour mengakui, kondisi geografis yang berbukit dan pegunungan sehingga me mbatasi jangkauan kabel fiber optic yang menjadi tulang punggung bandwidh akses komunikasi.

Selain itu dibeberapa wilayah, masih ditemui keterbatasan ketersediaan listrik dari PLN yang belum melayani 24 jam penuh sehingga BTS tidak dapat beroperasi 24 jam yang berdampak pada ketersediaan sinyal.

Akses jalur distribusi yang mengharuskan kita menggunakan transportasi udara, kata Nour seraya menambahkan, untuk mengantisipasi hal itu dan mencarikan solusinya.

"Untuk mengatasinya maka dimanfaatkan akses radio dan satelit untuk wilayah yang belum bisa dijangkau kabel fiber optic, serta memanfaatkan genset sebagai sumber listrik cadangan, kata Muhammad Nour.



Pewarta :
Editor: Muhsidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026