Timika (ANTARA) - Kepala Kepolisian Resor Mimika, Papua, AKBP IGG Era Adhinata menyebut sebagian besar Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang selama beberapa bulan bercokol di wilayah Distrik Tembagapura telah meninggalkan lokasi itu untuk kembali ke wilayah mereka masing-masing.
"Setelah meninggalnya salah satu pimpinan KKB Kali Kopi atas nama Hengky Wanmang, dari hasil monitoring kami diketahui sebagian besar KKB yang masuk ke wilayah Distrik Tembagapura sudah kembali ke wilayah mereka. Kelompok yang kembali itu yakni Kelompok Lekagak Telenggen dan lainnya," kata AKBP Era Adhinata di Timika, Senin.
Pihak kepolisian hingga kini masih terus memonitoring apakah masih ada KKB yang bercokol di wilayah Distrik Tembagapura, seperti di Kampung Baluni dan Jagamin, kawasan Aroanop, termasuk Kampung Waa-Banti, Kimbeli, dan Opitawak yang berdekatan dengan Kota Tembagapura.
"Kami masih terus melakukan monitoring. Yang jelas sebagian besar sudah balik ke wilayahnya, yang sekarang tertinggal di sana yaitu KKB yang memang ada di wilayah Mimika," ujar Era Adhinata.
Untuk mengecek kepastian situasi keamanan di wilayah Waa-Banti, Kimbeli dan Opitawak benar-benar sudah steril dari keberadaan KKB maka unit-unit intelijen akan dikerahkan ke lokasi-lokasi itu dalam waktu dekat, katanya.
Jika memang kondisi keamanan di wilayah itu benar-benar sudah siap, maka aparat bersama Pemkab Mimika dan PT Freeport Indonesia akan mempersiapkan rencana mengembalikan seribuan warga tiga kampung itu yang sementara ini mengungsi ke Timika sejak awal Maret.
"Tentu kami akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan PT Freeport Indonesia karena saat masyarakat turun dari Tembagapura ke Timika atas permintaan mereka sendiri mengingat situasi keamanan pada saat itu memang tidak aman," jelas Era.
Lebih dari seribuan warga Waa-Banti, Kimbeli dan Opitawak diungsikan sementara waktu ke Timika sejak awal Maret lalu saat beberapa kelompok KKB dibawah komandan operasi Lekagak Telenggen memasuki wilayah Distrik Tembagapura pada Februari.
Kapolda Papua Irjen Polisi Paulus Waterpauw beberapa waktu lalu menyebut rombongan besar KKB termonitor masuk ke wilayah Distrik Tembagapura pada 14 Februari 2020.
Rombongan besar KKB yang merupakan gabungan dari empat kelompok itu dipimpin oleh Lekagak Telenggen selaku komandan operasi.
Lekagak Telenggen sendiri diketahui merupakan pimpinan KKB Yambi yang bermarkas di Kabupaten Puncak Jaya.
Ikut dalam rombongan besar itu, KKB Yambi, KKB Ilaga pimpinan Militer Murib, KKB Tembagapura pimpinan Seltius Waker dan KKB Ugimba pimpinan Guspi Waker.
Kelompok-kelompok ini kemudian bergabung dengan KKB yang ada di wilayah Mimika yang dikenal sebagai 'Kelompok Kali Kopi' pimpinan Joni Botak dan Hengky Wanmang.
Hengky Wanmang sendiri akhirnya tewas saat tim gabungan TNI-Polri menggerebek markasnya di kawasan Kali Kopi, Mimika pada 16 Agustus lalu.
Setelah memasuki kawasan Distrik Tembagapura, gabungan KKB itu kemudian melakukan sejumlah teror penembakan dan gangguan keamanan khususnya di kawasan pertambangan PT Freeport Indonesia baik di Tembagapura, bahkan melakukan penyerangan ke pusat perkantoran Freeport di Kuala Kencana yang menewaskan seorang pekerja berkewarganegaraan Selandia Baru, Graeme Thomas Wall pada 30 Maret lalu.
Berita Terkait
Satgas Damai Cartenz identifikasi jenazah anggota KKB di Tembagapura
Jumat, 5 April 2024 11:45
Kaops Cartenz Damai: Kontak tembak di Tembagapura dua anggota KKB tewas
Jumat, 5 April 2024 9:31
Kapolres Mimika: Letusan di mil 64 bukan tembakan
Kamis, 26 Agustus 2021 13:44
Polsek Tembagapura tingkatkan koordinasi mencegah KKB
Selasa, 1 Juni 2021 14:03
Warga Utikini Baru Distrik Tembagapura deklarasi bersama tolak kekerasan KKB
Jumat, 2 April 2021 17:19
Polisi: Satu KKB ditemukan tewas adalah Feri Elas Danton TPN OPM Kodap III
Selasa, 2 Maret 2021 11:17
Seratusan pengungsi kembali dipulangkan ke Banti distrik Tembagapura
Senin, 25 Januari 2021 15:55
Kapolres Mimika AKBP Era: KKB masih berada di Aroanop Tembagapura
Selasa, 30 Juni 2020 17:35