Jayapura (ANTARA) - Sebanyak 50 wartawan di Kota Jayapura menjalani vaksinasi COVID-19 guna memutus mata rantai penyebaran virus corona di wilayah Timur Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr. Aaron Rumainum di Jayapura, Jumat, mengatakan pihaknya mengapresiasi para wartawan media cetak dan elektronik yang sudah berani melakukan vaksinasi COVID-19.
"Berdasarkan data yang diterima dari Dinas Kominfo Provinsi Papua, sekitar 30 wartawan yang mendaftar untuk vaksinasi," katanya.
Menurut dr. Aaron, namun dari jumlah tersebut masih ada tambahan sehingga jika ditotal pihaknya menyediakan slot bagi 50 wartawan.
"Jika diakumulasikan kami menargetkan 80 dosis vaksin, namun hingga selesai vaksinasi tercatat justru 101 dosis yang kami gunakan hari ini (12/3)," ujarnya.
Dia menjelaskan wartawan adalah salah satu figur publik yang membuat nama COVID-19 mulai dikenal masyarakat di Papua sejak 13 Januari 2020 sehingga harus diprioritaskan juga dalam pemberian vaksin.
"Kami juga apresiasi karena banyaknya wartawan yang mau divaksin sehingga dapat menjadi contoh bagi masyarakat lain," katanya lagi.
Dia menambahkan kini pihaknya tidak lagi fokus pada kelompok yang menolak vaksin, karena yang ingin divaksin minatnya tinggi sehingga hal ini harus diperhatikan oleh pemerintah daerah.
Salah satu jurnalis Rohana Wenggi wartawan Harian Cenderawasih Pos mengatakan dirinya sangat bersyukur dapat divaksin COVID-19.
"Saya berharap masyarakat lainnya juga mau divaksin agar dapat memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di Papua," katanya.