Jayapura (ANTARA) - Pihak Balai Pembangunan Jalan Nasional (BPJN) Wamena hingga saat ini masih menunggu jaminan keamanan dari TNI-Polri untuk memperbaiki jembatan yang dirusak dan dibakar massa di Kabupaten Yalimo, Provinsi Papua.
Kepala BPJN Wamena Zepnath Kambu kepada Antara, Selasa, mengakui, staff BPJN Wamena sudah ada di Yalimo namun belum bisa melakukan perbaikan jembatan karena masih menunggu pihak keamanan untuk mengawal pengamanan selama perbaikan dilaksanakan.
"Bila sudah ada pengawalan maka perbaikan jembatan dilakukan sehingga kendaraan yang hendak kembali ke Jayapura dan ke Wamena dapat melintas,"ujarnya.
Diakui Zepnath, dari laporan yang diterima jembatan dirusak warga terkait dengan hasil pilkada Kabupaten Yalimo.
"Bahan-bahan untuk perbaiki jembatan sudah siap dan segera dikerjakan bila ada pengawalan," kata Zepnath Kambu yang di hubungi dari Jayapura.
Sementara itu, Komandan Korem 172/PWY Brigjen TNI Izak Pangemanan secara terpisah membenarkan, sebanyak 147 kendaraan saat ini tertahan di Yalimo, akibat jembatan dirusak warga yang tidak puas dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait hasil pilkada setempat.
Dari laporan yang diterima, massa pendukung paslon 01 pada Rabu (14/7) melakukan perusakan di Jembatan Kali Habie Km 130, Kampung Hobakma, Distrik Elelim, dan Js (22/7) ditengarai kembali melakukan perusakan terhadap Jembatan Kali Bonogi Km 77, Kampung Wilak, Distrik Abenaho.
"Sebelumnya pada 29 Juni lalu, massa pendukung paslon Erbi-Jhon melakukan pembakaran hingga menyebabkan terbakarnya 34 kantor, 126 ruko, 13 perumahan, dan 119 kendaraan roda empat dan roda dua dan 1.349 orang diungsikan dari Yalimo ke Wamena,"kata Brigjen TNI Izak Pangemanan.